Kita yang banyak tertawa Bookmark and share Bookmark and Share Print
Written by Ureh   
Friday, 28 August 2009 22:53

Sesungguhnya Allah memerintahkan agar jahanam dinyalakan apinya selama 1000 tahun, sehingga berubah warnanya menjadi putih. Kemudian diperintahkan agar dinyalakan 1000 tahun lagi, lalu apinya menjadi merah.

Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khatab r.a. bahwa malaikat Jibril telah menjumpai Rasulullah SAW bukan di waktu, ia bisa datang.

Rasulullah SAW menghampiri Jibril dan berkata: “Hai Jibril, mengapa wajahmu berubah?”

Jawab Jibril: “Aku diperintahkan datang untuk menerangkan tentang semburan api neraka”

Rasulullah SAW berkata: “terangkan kepadaku tentang keadaan Neraka dan Jahanam”

Jawab Jibril: “Sesungguhnya Allah memerintahkan agar jahanam dinyalakan apinya selama 1000 tahun, sehingga berubah warnanya menjadi putih. Kemudian diperintahkan agar dinyalakan 1000 tahun lagi, lalu apinya menjadi merah. Setelah itu diperintahkan supaya dinyalakan selama 1000 tahun lagi, maka apinya menjadi hitam pekat dan tidak padam-padam. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya lobang neraka itu dibuka sebesar lubang jarum, maka terbakarlah bumi dan segala isinya karena panasnya. Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya salah seorang dari penjaga-penjaga neraka diutus ke bumi ini, niscaya matilah semua manusia karena wajahnya mengerikan dan baunya terlalu busuk. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, jika satu lingkaran dari rantai neraka diletakkan di atas sebuah gunung, maka tembuslah gunung itu hingga ke dasar bumi yang paling bawah sekali.

Rasulullah SAW berkata: “Nasib baik aku tidak mati karena pecah jantung mendengar keteranganmu ini”.

Rasulullah melihat Jibril menangis dan beliau turut menangis sambil berkata: “Mengapa engkau menangis, sedangkan kedudukan engkau begitu rupa di sisi Allah SWT”.

Jawab Jibril: “Bagaimana aku tidak menangis, malah akulah yang lebih berhak untuk menangis, karena siapa yang tahu tentang keadaan ilmu Allah tidak seperti yang aku ketahui. Saya tidak tahu adakah keadaan saya akan mengalami cobaan seperti iblis, sedangkan iblis itu adalah golongan malaikat. Dan aku tidak tahu apakah aku akan mengalami apa yang dialami oleh malaikat Harut dan Marut”

Kemudian mereka berdua terus menangis hingga datang seruan dari langit yang berbunyi: “Wahai Jibril, wahai Muhammad, sesungguhnya Allah Azza Wajalla telah menjamin, engkau berdua tidak akan durhaka”.

Lalu Jibril naik ke langit dan Rasulullah melanjutkan perjalanan hinga beliau berjumpa dengan sekelompok orang-orang Anshor yang sedang bermain dan ketawa.

Rasulullah SAW berkata kepada mereka: “Apakah kamu tertawa, sedangkan di belakang kamu Neraka Jahanam. Sekiranya kamu tahu apa yang aku tahu, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis, kamu tidak akan makan dan tidak minum, malah kamu akan pergi ke tempat yang tinggi untuk memohon dan meminta pertolongan Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW menanya Jibril: “Kenapa saya tidak pernah melihat Malaikat Mikail ketawa?”

Jawab Jibril: “Mikail tidak pernah tertawa sejak Allah menjadikan Neraka”

Sumber : Mutiara Amali Vol.1.

Comments

Please login to post comments or replies.