Recent News

Talk Show Prof Haidar di sydney
15 March 2010
article thumbnai Assalamu’alaikum wr.wb. Dengan hormat,  Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KPII) sebagai salah satu wadah bagi mahasiswa muslim Indonesia di Sydney khususnya di UNSW bekerja sama dengan CIDE-NSW (Centre for Islamic Da’wah and Education), dan Keluarga Besar Pengajian University of...
Pengajian Bulanan KPII
21 February 2010
article thumbnaiBismillahirrahmanirrahiim   Assalamu'alaikum wr wb. Mengundang seluruh warga KPII-NSW, seluruh pelajar islam Indonesia beserta keluarga dan seluruh masyarakat Islam Indonesia di NSW untuk hadir dalam PENGAJIAN RUTIN BULANAN KPII periode Februari 2010
Job Description
11 January 2010
article thumbnaiJob Description Kegiatan KPII Masa Tugas 2009/2010 1.       Bidang : Kajian (Koordinator: Mas Syarif)Tugas: 1.       Mengkoordinasikan agenda sub bidang kajian dibawahnya2.       Merancang agenda kajian selama kepengurusan bersama sub bidang di bawahnya3.       Men-supervisi...

Newest Article

Dimana Allah? Dia… di atas Langit
05 April 2010
article thumbnaiPenulis: Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari.Amat mengherankan perkaranya ketika dimunculkan satu pertanyaan i’tiqodiyah, “Di mana Allah?”, kita mendapatkan jawaban yang bermacam-macam dan berbeda-beda dari mulut-mulut kaum muslimin. Ada yang beranggapan bahwa tidak boleh mempertanyakan di...
The Secret : KESAKSIAN IBLIS
03 March 2010
article thumbnaiDisini saya akan berbagi tentang suatu hadits yang luar biasa dahsyat maknanya. Saya yakin cukup dengan suatu hadist ini jika setiap kita membaca, menyelami dan mengamalkannya dengan baik insya Allah kita akam menjadi mukmin sejati. Tak perlu berpanjang, berikut kutipan lengkapnya (diambil dari...
Sandiwara Langit
30 December 2009
article thumbnaiArtikel ini merupakan sinopsis sebuah buku karangan Abu Umar Basyier yang berjudul 'Sandiwara Langit'. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari balik cerita ini.
4 TIPS FOR PARENTS: ON DEALING WITH MISINFORMATION ABOUT ISLAM IN PUBLIC SCHOOLS
14 December 2009
article thumbnaiDi sekolah, kadang kita temukan text book, atau sumber-sumber pengajaran yang menampilkan mis informasi tentang Islam. Berikut sharing tentang apa saja yang mungkin kita lakukan sebagai orang tua untuk menghadapi permasalahan tersebut. semoga bermanfaat.Sekedar catatan, judul yang di tulis memang...
Ikhlas Print E-mail
Written by syarif hidayat   
Sunday, 29 November 2009 05:03
Dinukil dari Tarjamah Riadhus Shalihin (oleh: Salim Bahreisy):

Sa'ad bin Abi Waqqash r.a berkata: Ketika saya menderita sakit keras waktu melakukan haj-jatul wada', datanglah Rasulullah saw. sambang ke tempatku, maka saya bertanya: Ya Rasulullah, penyakitku ini agak berat, dan aku seorang berharta, sedang ahli warisku tidak ada kecuali seorang peteriku, bolehkah aku sedekahkan dua pertiga dari hartaku? Jawab Nabi saw.: Tidak. Saya bertanya: Separuh? Jawab nabi saw.: Tidak. Saya tanya: Sepertiga ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Sepertiga itu cukup banyak dan besar. Sesungguhnya jika kau meninggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik daripada jika kau tinggalkan meraka miskin, hingga terpaksa minta-minta pada orang. Dan tiada kamu membelanjakan hartamu dalam sesuatu yang kau niatkan untu keridhaan Allah, melainkan pasti kau mendapat pahala daripada-Nya, hingga belanja yang kau berikan kepada istrimu. Saya bertanya: Ya Rasulullah, apakah aku ditinggal disini oleh sahabat-sahabatku? Jawab Nabi saw.: Engkau tidak tertinggal lalu berbuat kebaikan yang kamu niatkan karena Allah, melainkan pasti kau bertambah kemuliaan derat, dan mungkin kau akan tinggal sehingga banyak orang yang mendapat untung daripadamu, disamping kamu yang lain merasa rugi karena kau. Kemudian Nabi saw berdoa: Ya Allah lanjutkan bagi sahabat-sahabatku hijrah mereka, dan jangan mengembalikan mereka ke belakang (ke tempat yang telah mereka tinggalkan yaitu Mekkah). Tapi yang kecewa ialah Sa'ad bin Khaulah yang selalu dikasihani Rasulullah karena ia mati di Mekkah.

Hadist ini menjelaskan beberapa hukum:
1. Wasiat seseorang yang akan mati tidak boleh lebih dari sepertiga dari kekayaannya. Sehingga bila terjadi wasiat melebihi dari sepertiga, maka ahli waris berhak untuk menolak dan membatasi hingga sepertiga.

2. Segala amal perbuatan biasa, bila diniatkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka akan mendapatkan pahala dan teranggap sebagai ibadat. Contohnya: belanja yang lazim bagi anak ,keluarga dan sebagainya.

3. Amal yang telah dikerjakan karena Allah, jangan ditarik kembali, sebagimana hijrah dari Mekkah, atau sedekah, maka jangan berusaha memgembalikan barang yang sudah disedekahkan itu kembali kepadanya, baik dengan membeli atau menukar atau lain-lainnya. Dan bagi seorang muslim, tidak ada masa terlambat dan ketinggalan masa kapan saja ia suka beramal sungguh-sungguh karena Allah, maka ia masih dapat mengejar derajat dan kedudukan yang tetap disediakan oleh Allah.
Read 0 Comments... >>
 


Page 3 of 3